Rabu, 11 Maret 2015

Pengertian dan Manfaat biogas

Biogas yaitu gas yang dihasilkan dari sistem penguraian beberapa bahan organik oleh mikroorganisme pada keadaan langka oksigen (anaerob). Komponen biogas diantaranya seperti berikut : ± 60 Persen CH4 (metana), ± 38 Persen CO2 (karbon dioksida) serta ± 2 Persen N2, O2, H2, & H2S. Biogas bisa dibakar seperti elpiji, dalam taraf besar biogas bisa dipakai untuk pembangkit daya listrik, hingga bisa jadikan sumber daya alternatif yang ramah lingkungan serta teranyarkan. Sumber daya Biogas yang utama yakni dari kotoran Sapi, Kerbau, Babi serta Kuda.
pembuatan biogas
Di negara Cina Dari th. 1975 ” biogas for every household “. Pada th. 1992, 5 juta rumah tangga di China memakai biogas. Reaktor biogas yang banyak dipakai yaitu jenis sumur tembok dengan bahan baku kotoran ternak & manusia dan limbah pertanian. Lalu di negara India Di kembangkan dari th. 1981 lewat ” The National Project on Biogas Development ” oleh Departemen Sumber Daya non-Konvensional. Th. 1999, 3 juta rumah tangga memakai biogas. Reaktor biogas yang dipakai jenis sumur tembok serta dengan drum dan dengan bahan baku kotoran ternak serta limbah pertanian. Serta yang paling akhir negara Indonesia Mulai dikenalkan pada th. 1970-an, pada th. 1981 lewat Proyek Pengembangan dan cara membuat Biogas dengan support dana dari FAO di bangun misal instalasi biogas di sebagian propinsi. Pemakaian biogas belum cukup berkembang luas diantaranya dikarenakan oleh lantaran tetap relatif murahnya harga BBM yang disubsidi, sesaat teknologi yang dikenalkan sampai kini tetap membutuhkan cost yang cukup tinggi lantaran berbentuk konstruksi beton dengan ukuran yang cukup besar. Mulai th. 2000-an sudah di kembangkan reaktor biogas taraf kecil (rumah tangga) dengan konstruksi simpel, terbuat dari plastik dengan cara siap gunakan (knockdown) serta dengan harga yang relatif murah.
manfaat biogas
Manfaat biogas yaitu untuk pengganti bahan bakar terutama minyak tanah serta dipergunakan untuk memasak lalu untuk bahan pengganti bahan bakar minyak (bensin, solar). Dalam taraf besar, pembuatan biogas bisa dipakai untuk pembangkit daya listrik. Di samping itu, dari sistem pembuatan biogas bakal dihasilkan bekas kotoran ternak yang bisa segera dipergunakan untuk pupuk organik pada tanaman (biogas plant). Potensi pengembangan Biogas di Indonesia tetap cukup besar. Hal itu mengingat cukup banyak populasi sapi, kerbau serta kuda, yakni 11 juta ekor sapi, 3 juta ekor kerbau serta 500 ribu ekor kuda pada th. 2005. Tiap-tiap 1 ekor ternak sapi/kerbau bisa dihasilkan + 2 m3 biogas /hari. Potensi ekonomis Biogas yaitu benar-benar besar, hal itu mengingat bahwasanya 1 m3 biogas bisa dipakai setara dengan 0,62 ltr minyak tanah. Selain itu pupuk organik yang dihasilkan dari sistem produksi biogas telah pasti memiliki nilai ekonomis yg tidak kecil juga.

Alat pembuatan biogas

alat pembuatan biogas
Pada step ini dikerjakan pembelian peralatan yang diperlukan untuk bikin rektor ini, peralatan itu diantaranya :
Volume reaktor (plastik) : 300 liter
Besi Siku, Mur & Baut : 10 buah
Kompresor : 1 buah
Pengaman gas (Regulator) : 3 buah
Selang saluran gas : + 10 m
Keperluan bahan baku : kotoran ternak dari 2-3 ekor sapi/kerbau, atau 6 ekor babi.
Roda : 5 buah

Rangkaian Elektrik

Di bagian ini dikerjakan pembelian komponen elektronika yang diperlukan untuk bikin rangkaian elektriknya, peralatan itu diantaranya :
Solder & Pasta Solder : 2 buah
Cutter : 1 buah
Multi Mtr. : 1 buah
Bor PCB : 1 buah
Gunting : 1 buah
Tang Potong : 1 buah
Penyedot Timah : 1 buah
Timah : 5 buah

Cara memasangan Reaktor Biogas Dan membuat Rangkaian Elektrik


Pada pemasangan reaktor biogas serta pembuatan rangkaian elektrik ini adapun langkah – langkahnya diantaranya seperti berikut :
Pembuatan reaktor, memakai plastik penampung air (tandon air dengan kemampuan 300 liter)
Pembuatan meja tabung plastik : panjang = 2 m, lebar = 1, 2m.
Kotoran sapi (fases) awal sejumlah 12 karung kantong semen atau karung seukurannya (12 kantong semen = 240 lt). Persiapan awal ini untuk mempercepat produksi gas yang siap untuk dipakai.
Drum untuk tempat pencampuran kotoran (fases) dengan air (1 : 1) masing 1 buah (120 liter)
Merangkai rangkaian power suplly (catu daya) 5V, 12V serta 24V
Merangkai rangkaian sensor dan rangkaian SC (signal conditioning)
Merangkai rangkaian driver relay serta driver motor.
Merangkai rangkaian mikrokontoller ATMEGA8535 dan rangkaian downloadernya.
Bikin Software untuk di displaykan pada PC (Personal Computer)

CARA PENGOPERASIAN REAKTOR BIOGAS


Adapun langkah – langkah mengoprasikan reaktor biogas ini diantaranya seperti berikut .
Buat kombinasi kotoran ternak serta air dengan perbandingan 1 : 1 (bahan membuat biogas)
Masukkan bahan untuk membuat biogas ke dalam reaktor lewat tempat pengisian sejumlah 240 liter, setelah itu bakal berjalan sistem produksi biogas didalam reaktor.
Sesudah lebih kurang 10 hari reaktor biogas serta penampung biogas bakal tampak mengembung serta mengeras lantaran ada biogas yang dihasilkan. Biogas telah bisa dipakai untuk bahan bakar.
Sekali-sekali reaktor biogas digoyangkan agar berlangsung penguraian yang prima serta gas yang terbentuk dibagian bawah naik ke atas, kerjakan juga pada tiap-tiap pengisian reaktor.
Pengisian bahan biogas setelah itu bisa dikerjakan tiap-tiap hari, yakni sejumlah + 40 liter tiap-tiap pagi serta sore hari. Bekas pemrosesan bahan biogas berbentuk sludge (lumpur) bakal keluar dari reaktor setiap saat dikerjakan pengisian bahan biogas. Bekas hasil pemrosesan bahan biogas itu bisa dipakai segera untuk pupuk organik, terbaik dalam situasi basah ataupun kering.

PERAWATAN REAKTOR BIOGAS 

Di bawah ini adalah langkah untuk menjaga serta pelihara reaktor biogas diantaranya seperti berikut :
Jika reaktor terlihat mengencang serta indikator pada pressure gauge alami pergantian hal semacam ini di karenakan ada gas namun gas tak isi penampung gas, maka luruskan selang dari pengaman gas hingga reaktor, lantaran uap air yang ada didalam selang bisa menghalangi gas mengalir ke penampung gas. Kerjakan hal itu untuk penelusuran teratur.
Hindari air masuk ke dalam reaktor dengan tutup tempat pengisian disaat tak ada pengisian reaktor. Dan dikerjakan penelusuran teratur bila kandungan air didalam reaktor berlebihan.

Cara membuat kompos

Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sisa-sisa mahluk hidup baik hewan maupun tumbuhan yang dibusukkan oleh organisme pengurai. Organisme pengurai atau dekomposer bisa berupa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Kompos berfungsi sebagai sumber hara dan media tumbuh bagi tanaman.

Dilihat dari proses pembuatannya terdapat dua macam cara membuat kompos, yaitu melalui proses aerob (dengan udara) dan anaerob (tanpa udara). Kedua metode ini menghasilkan kompos yang sama baiknya hanya saja bentuk fisiknya agak sedikit berbeda.

Cara membuat kompos metode aerob

Proses pembuatan kompos aerob sebaiknya dilakukan di tempat terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Karakter dan jenis bahan baku yang cocok untuk pengomposan aerob adalah material organik yang mempunyai perbandingan unsur karbon (C) dan nitrogen (N) kecil (dibawah 30:1), kadar air 40-50% dan pH sekitar 6-8. Contohnya adalah hijauan leguminosa, jerami, gedebog pisang dan kotoran unggas. Apabila kekurangan bahan yang megandung karbon, bisa ditambahkan arang sekam padi ke dalam adonan pupuk.
Cara membuat kompos aerob memakan waktu 40-50 hari. Perlu ketelatenan lebih untuk membuat kompos dengan metode ini. Kita harus mengontrol dengan seksama suhu dan kelembaban kompos saat proses pengomposan berlangsung. Secara berkala, tumpukan kompos harus dibalik untuk menyetabilkan suhu dan kelembabannya. Berikut ini cara membuat kompos aerob:
  • Siapkan lahan seluas 10 meter persegi untuk tempat pengomposan. Lebih baik apabila tempat pengomposan diberi peneduh untuk menghindari hujan.
  • Buat bak atau kotak persegi empat dari papan kayu dengan lebar 1 meter dan panjang 1,5 meter. Pilih papan kayu yang memiliki lebar 30-40 cm.
  • Siapkan material organik dari sisa-sisa tanaman, bisa juga dicampur dengan kotoran ternak. Cacah bahan organik tersebut hingga menjadi potongan-potongan kecil. Semakin kecil potongan bahan organik semakin baik. Namun jangan sampai terlalu halus, agar aerasi bisa berlangsung sempurna saat pengomposan berlangsung.
  • Masukan bahan organik yang sudah dicacah ke dalam bak kayu, kemudidan padatkan. Isi seluruh bak kayu hingga penuh.
tahapan pembuatan pupuk kompos
Searah jarum jam: (1) Pemilihan lokasi pengomposan, (2) Membuat bak/kotak kayu, (3) Menyeleksi dan merajang bahan baku, (4) Memasukkan bahan baku baku kedalm bak kayu
  • Siram bahan baku kompos yang sudah tersusun dalam kotak kayu untuk memberikan kelembaban. Untuk mempercepat proses pengomposan bisa ditambahkan starter mikroorganisme pembusuk ke dalam tumpukan kompos tersebut. Setelah itu, naikkan bak papan ke atas kemudian tambahkan lagi bahan-bahan lain. Lakukan terus hingga ketinggian kompos sekitar 1,5 meter.
  • Setelah 24 jam, suhu tumpukan kompos akan naik hingga 65oC, biarkan keadaan yang panas ini hingga 2-4 hari. Fungsinya untuk membunuh bakteri patogen, jamur dan gulma. Perlu diperhatikan, proses pembiaran jangan sampai lebih dari 4 hari. Karena berpotensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos. Apabila mikroorganisme dekomposer ikut mati, kompos akan lebih lama matangnya.
  • Setelah hari ke-4, turunkan suhu untuk mencegah kematian mikroorganisme dekomposer. Jaga suhu optimum pengomposan pada kisaran 45-60oC dan kelembaban pada 40-50%. Cara menjaga suhu adalah dengan membolak-balik kompos, sedangkan untuk menjaga kelembaban siram kompos dengan air. Pada kondisi ini penguapan relatif tinggi, untuk mencegahnya kita bisa menutup tumpukan kompos dengan terpal plastik, sekaligus juga melindungi kompos dari siraman air hujan.
  • Cara membalik kompos sebaiknya dilakukan dengan metode berikut. Angkat bak kayu, lepaskan dari tumpukan kompos. Lalu letakan persis disamping tumpukan kompos. Kemudian pindahkan bagian kompos yang paling atas kedalam bak kayu tersebut sambil diaduk. Lakukan seperti mengisi kompos di tahap awal. Lakukan terus hingga seluruh tumpuka kompos berpindah kesampingnya. Dengan begitu, semua kompos dipastikan sudah terbalik semua. Proses pembalikan sebaiknya dilakukan setiap 3 hari sekali sampai proses pengomposan selesai. Atau balik apabila suhu dan kelembaban melebihi batas yang ditentukan.
  • Apabila suhu sudah stabil dibawah 45oC, warna kompos hitam kecoklatan dan volume menyusut hingga 50% hentikan proses pembalikan. Selanjutnya adalah proses pematangan selama 14 hari.
  • Secara teoritis, proses pengomposan selesai setelah 40-50 hari. Namun kenyataannya bisa lebih cepat atau lebih lambat tergantung dari keadaan dekomposer dan bahan baku kompos. Pupuk kompos yang telah matang dicirikan dengan warnanya yang hitam kecoklatan, teksturnya gembur, tidak berbau.
  • Untuk memperbaiki penampilan (apabila pupuk kompos hendak dijual) dan agar bisa disimpan lama, sebaiknya kompos diayak dan di kemas dalam karung. Simpan pupuk kompos di tempat kering dan teduh.
Tahapan pembuatan pupuk kompos
Searah jarum jam: (1) Penyiraman dan penambahan dekomposer, (2) Proses penumpukkan kompos, (3) Merapihkan tumpukan, (4) Pembalikan kompos
Proses pembuatan kompos aerob cocok untuk memproduksi kompos dalam jumlah besar.

Cara membuat kompos metode anaerob

Cara membuat kompos dengan metode anaerob biasanya memerlukan inokulan mikroorganisme (starter) untuk mempercepat proses pengomposannya.  Inokulan terdiri dari mikroorganisme pilihan yang bisa menguraikan bahan organik dengan cepat, seperti efektif mikroorganime (EM4). Di pasaran terdapat juga jenis inokulan dari berbagai merek seperti superbio, probio, dll. Apabila tidak tersedia dana yang cukup, kita juga bisa membuat sendiri inokulan efektif mikroorganisme.
Bahan baku yang digunakan sebaiknya material organik yang mempunyai perbandingan C dan N tinggi (lebih dari 30:1). Beberapa diantaranya adalah serbuk gergaji, sekam padi dan kotoran kambing. Waktu yang diperlukan untuk membuat kompos dengan metode anaerob bisa 10-80 hari, tergantung pada efektifitas dekomposer dan bahan baku yang digunakan.  Suhu optimal selama proses pengomposan berkisar 35-45oC dengan tingkat kelembaban 30-40%. Berikut tahapan cara membuat kompos dengan proses anaerob.
  • Siapkan bahan organik yang akan dikomposkan. Sebaiknya pilih bahan yang lunak terdiri dari limbah tanaman atau hewan. Bahan yang bisa digunakan antara lain, hijauan tanaman, ampas tahu, limbah organik rumah tangga, kotoran ayam, kotoran kambing, dll. Rajang bahan tersebut hingga halus, semakin halus semakin baik.
  • Siapkan dekomposer (EM4) sebagai starter. Caranya, campurkan 1 cc EM4 dengan 1 liter air dan 1 gram gula. Kemudian diamkan selama 24 jam.
  • Ambil terpal plastik sebagai alas, simpan bahan organik yang sudah dirajang halus di atas terpal. Campurkan serbuk gergaji pada bahan tersebut untuk menambah nilai perbandingan C dan N. Kemudian semprotkan larutan EM4 yang telah diencerkan tadi. Aduk sampai merata, jaga kelembaban pada kisaran 30-40%, apabila kurang lembab bisa disemprotkan air.
  • Siapkan tong plastik yang kedap udara. Masukan bahan organik yang sudah dicampur tadi. Kemudian tutup rapat-rapat dan diamkan hingga 3-4 hari untuk menjalani proses fermentasi. Suhu pengomposan pada saat fermentasi akan berkisar 35-45oC.
  • Setelah empat hari cek kematangan kompos. Pupuk kompos yang matang dicirikan dengan baunya yang harum seperti bau tape.

 

Jenis - jenis Sampah

Sebenarnya sampah banyak penggolongannya, tetapi umumnya masyarakat mengenal ada 2 jenis sampah, yaitu sampah organik dan anorganik (non-organik). Ada pula sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Lewat artikel ini, kita akan kenali satu persatu.

1. Sampah Organik (Sampah Basah)

Sampah organik yaitu sampah yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup (material biologis) yang dapat membusuk dengan mudah, misalnya:
Hasil gambar untuk sampah basah- sisa makanan,
- dedaunan kering,
- buah dan sayuran.

 

 

 

2. Sampah Anorganik (Sampah Kering/Non-organik)

Sampah jenis ini berasal dari bahan baku non biologis dan sulit terurai, sehingga seringkali menumpuk di lingkungan. Sampah anorganik atau disebut juga sampah kering sulit diuraikan secara alamiah, sehingga diperlukan penanganan lebih lanjut. Yang tergolong ke dalam sampah anorganik yaitu:
- plastik dalam bentuk botol, kantong, dan sebagainya,
- kaleng,
Hasil gambar untuk sampah anorganik- kertas,
- kaca,
- styrofoam,
- dan lain-lain.

 

 

 

3. Sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya)

Yaitu limbah dari bahan yang beracun dan berbahaya seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik, pertambangan, dan sebagainya.

Hasil gambar untuk sampah b3
Ketiga jenis sampah tersebut banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menangani permasalahan sampah, biasanya sampah dipilah-pilah sesuai jenisnya. Menggunakan tiga tempat sampah berbeda, yaitu organik, anorganik, dan B3, masing-masing jenis sampah akan mendapat perlakuan yang berbeda. Untuk sampah anorganik dapat dibuat kompos, sampah anorganik dapat didaur ulang atau dijadikan bahan kerajinan tangan, sedangkan sampah B3 harus diolah secara khusus menggunaan metode kimia, fisik, dan biologi dengan tujuan menghilangkan atau mengurangi sifat berbahaya dan beracunnya.
Sampah, apabila terlalu banyak akan menimbulkan berbagai masalah lingkungan. Untuk mengatasinya, diperlukan teknik4R (Reduce, Reuce, Recycle, Replace) untuk mengurangi sampah. Selain itu, kepedulian kita terhadap lingkungan turut memegang peranan penting dalam upaya pelestarian lingkungan.